Beropini pada Kasus Masyarakat

    

 

Menurut Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN), Suharso Monoarfa menghitung, akibat pandemi Covid-19, daya beli masyarakat Indonesia telah hilang Rp 362 Triliun, besarnya angka ini memberi efek kejur bagi pertumbuhan ekonomi secara nasional. Penurunan daya beli sudah terlihat sejak awal virus masuk di Indonesia, dengan adanya kebijakan baru, daya minat beli masyarakat Indonesia turun.

Menurut saya menurunnya daya beli masyarakat Indonesia ini karena kebijakan barunya yaitu adanya PSBB yang membuat kita menjadi susah untuk melakukan kegiatan di luar rumah, contohnya berbelanja ke mall dan pasar. Dengan adanya PSBB, kegiatan jual-beli ini menjadi sempit, dan juga untuk melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang pun menjadi susah, karena itu daya beli masyarakat Indonesia turun atau menghilang.

Dengan adanya begitu, kita bisa mulai beraktifitas, contohnya belanja dengan teknologi sekarang yaitu belanja online. Sebaiknya pemerintah bersosialisasi tentang belanja online kepada masyarakat Indonesia yang masih kurang pengetahuan akan hal itu. Dengan adanya begitu, daya beli masyarakat bisa pulih Kembali.

 

 

 

Referensi Berita:

https://www.liputan6.com/bisnis/read/4285585/daya-beli-masyarakat-indonesia-hilang-rp-362-triliun-akibat-pandemi-corona


Comments

Popular posts from this blog

Penerapan Framework ITIL pada MTIX

Penerapan ITSM dan ITIL pada Perusahaan Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

Beropini pada Kasus Pemuda