MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA
ILMU SOSIAL DASAR
Dosen : Dr. Ditiya Himawati, SE.,MM.
OPINI
Pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun sudah meningkat dimana dapat dilihat dari IPM mencapai 70,81. Bukti upaya pemerintah berhasil meningkatkan kualitas pendidikan adalah angka indeks pembangunan manusia dan anggaran pendidikan yang terus meningkat. Namun, BI menanggap bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah. Karena partisipasi masyarakat terhadap pendidikan masih kurang, program wajib belajar yang tidak dipedulikan seperti hal nya angka putus sekolah yang masih tinggi di tingkat SMA. Walaupun angka buta huruf buta di Indonesia tidak tinggi, hasil PISA Indonesia masih di urutan 62 dari 70 negara yang terlibat.
Penyebab dari tingkat kependidikan yang tidak berkembang di indonesia dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya adalah mahalnya biaya pendidikan, fasilitas pendidikan yang kurang memadai, memiliki guru yang kurang terlatih, dan kurangnya bahan belajar yang dialami oleh para siswa.
Bukan hanya siswa, seorang guru juga butuh bahan untuk mengajar di kelas, guru wajib berbagi pengetahuan kepada siswanya agar siswa dapat mendapatkan pengetahuan dari seorang guru yang telah mengajarnya. Kelayakan guru dalam mengajar pun harus di fokuskan pada uji kompetensi yang masih dibawah batas ambang, walaupun presentasi guru layak mengajar sudah diatas rata rata.
Dengan begitu banyak pelajar melakukan segala hal untuk mendapatkan nilai yang bagus bukan perjuangannya, seperti menyontek, bahkan ijasah pun bisa dibeli di Indonesia. Pendidikan di indonesia telah menjadi ajang jual-beli dalam menyampaikan ilmu. sehingga hubungan antara guru dan murid hanyalah sebatas di sekolah saja dan itulah yang mengakibatkan banyaknya murid yang tidak mematuhi gurunya dan juga mengakibatkan ilmu menjadi tidak tersampaikan ke murid-murid. Tidak semua sekolah memenuhi standar pendidikan. Sarana dan prasarana di negara kita masih sangat rendah, karna dari kesemua anggaran APBN negara kita, hanya 20% untuk anggaran pendidikan sehingga sarana dan prasarana kita di bidang pendidikan sangat kurang.
SOLUSI
Dalam mutu pendidikan bukan karena dalam insfrastruktur saja melainkan sistem kurikulum, peningkatan tenaga pendidik dan literasi siswa. Jangan ada diskriminatif antara orang yang mampu dan tidak mampu Pemerintah daerah harus mengawasi hal tersebut agar semua sekolah dapat unggul. Meratakan tenaga pendidik ke daerah-daerah yang kurang akan tenaga pendidik. Peningkatan mutu tenaga pendidik dengan program MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) memfokuskan untuk proses peningkatan mutu dan pembelajaran di dalam kelas.
Serta pemberian gaji kepada Guru Non PNS yang gajinya masih dibawah UMR menjadi UMR, agar mereka fokus untuk mengajar. Pembuatan kurikulum dengan merealitaskan kemampuan siswa agar yang terlambat tidak semakin terlambat. Apalagi dalam keadaan pandemi saat ini proses belajar mengajar semakin sulit. Tidak semua siswa di Indonesia memiliki sarana untuk pembelajaran daring, pemerintah seharusnya cepat menanggapi masalah itu. Seperti memberikan infocus dan fasilitas internet untuk belajar di setiap RT pada daerah terpencil maka guru pun tidak repot
untuk memberikan pembelajaran.
Tidak semua siswa di Indonesia memiliki sarana untuk pembelajaran daring, pemerintah seharusnya cepat menanggapi masalah itu. Seperti memberikan infocus dan fasilitas internet untuk belajar di setiap RT pada daerah terpencil maka guru pun tidak repot untuk memberikan pembelajaran. Memberikan sosialisasi dan meyakinkan pada orang tua dan anak agar mereka mau belajar terlebih dahulu dan memiliki keterampilan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
REFERENSI ARTIKEL
Comments
Post a Comment